apasebab.com – Kemarin Apa Sebab melihat video singkat beberapa anggota TNI yang sedang bertugas di daerah bencana di Sumatra. Abang-abang TNI itu tampak menyantap nasi dan mi instan beralas kardus.
Mi instan polosan, pula. Bener-bener hanya mi direbus dan dibumbui dengan bumbu bawaannya. Tanpa sayur, bakso, telur, atau tambahan lainnya.
Tentu saja komen netizen langsung ramai. Maklumlah, netindo alias netizen Indonesia kan sudah diakui sebagai yang paling berisik di dunia.
Ada yang memberi komen positif pada si Abang TNI, serta berterima kasih atas bantuannya menolong rakyat di daerah bencana.
Ada juga yang berkomentar sinis, seperti:
- Kalian dibekali ransum kenapa malah makan mi?
- Kalian butuh tenaga buat kerja.
- Kalau ransum aja ketinggalan, gimana bisa ngadepin musuh?
- Halah, pencitraan!
Yah, komen kayak gitu-gitulah.
Ransum Tentara
Apa itu ransum tentara?Mengutip dari kompas.com tanggal 24 Maret 2023, Kapuspen TNI Laksamana Muda Kisdiyanto menyebutkan bahwa ransum TNI merupakan salah satu kebutuhan logistik bagi prajurit TNI saat menjalankan operasi militer.
Ransum TNI ini kaya kandungan kalori dan nutrisi agar dapat mendukung aktivitas dan performa prajurit.
Ransum ini ada bermacam-macam jenisnya, seperti nasi lengkap dengan lauknya, biskuit, sereal, dan susu. Semuanya dalam kemasan praktis, siap santap, dan awet hingga beberapa tahun.
Lauk nasinya ini juga bukan orek tempe atau kentang mustofa, tetapi ada sate ayam, gulai ikan, daging lada hitam, dan lain-lain.
Penyebab TNI Makan Mi Instan
![]() |
| Ransum TNI. Sumber foto: militer.id/ransum-tni. |
Dengan ransum lezat kaya nutrsi itu, kenapa abang-abang TNI yang diturunkan ke daerah bencana malah menyantap mi instan polosan?
Konten pencitraan?
Hm ... saking banyaknya konten pencitraan, semua konten sering kali langsung dilabeli pencitraan. Padahal bisa saja sekadar menunjukkan kondisi riil di lapangan.
Menurut penerawangan Apa Sebab sih, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, yaitu:
1. Membaur dengan rakyat
Bayangkan situasinya begini: di daerah bencana abang-abang TNI bergotong-royong dengan rakyat dan relawan. Mereka menyingkirkan lumpur dan kayu gelondongan yang kata si konon dari WkwkwkLand tumbang secara alami lalu diberi nomor oleh jamur ajaib.Mereka bekerja sama membuka jalan, membuat jembatan darurat, dan mencari korban yang masih tertimbun lumpur.
Sudah terbayang situasinya, kan?
Nah, tiba waktu makan. Rakyat dan relawan menyantap nasi dengan mi instan rebus sebagai satu-satunya menu pengganjal perut.
Dalam situasi demikian, apa abang-abang TNI itu sampai hati menyantap jatah ransum berupa nasi daging lada hitam atau nasi ayam bumbu rujak?
Lebih mungkin jika mereka ikut membaur bersama rakyat menyantap mi instan yang dimasak di dapur umum.
Lebih mungkin jika mereka ikut membaur bersama rakyat menyantap mi instan yang dimasak di dapur umum.
Ransum mah buat nanti-nanti saja, untuk kondisi yang lebih darurat atau lebih terisolasi. Toh kedaluwarsanya juga masih lama.
Mereka membawa bekal ransum untuk tiga hari. Namun, ternyata mereka masih bertugas di daerah bencana sampai seminggu lebih. Tak ada pasokan ransum baru karena susahnya akses jalan.
Dalam kondisi demikian, lebih nikmat makan mi instan daripada makan janji-janji palsu.
Bagaimana pun, abang-abang TNI ini manusia biasa yang punya hati, punya rasa kemanusiaan.
2. Kehabisan ransum
Yang namanya kehabisan bekal bisa saja terjadi pada anggota TNI yang bertugas di lapangan.Mereka membawa bekal ransum untuk tiga hari. Namun, ternyata mereka masih bertugas di daerah bencana sampai seminggu lebih. Tak ada pasokan ransum baru karena susahnya akses jalan.
Dalam kondisi demikian, lebih nikmat makan mi instan daripada makan janji-janji palsu.
3. Diberikan untuk warga
Yang juga mungkin menjadi penyebab adalah abang-abang TNI ini memberikan ransum kaya nutrisi jatahnya kepada warga. Terutama warga yang dalam kondisi sangat membutuhkan (misalnya sakit, bumil, busui, atau lansia).Bagaimana pun, abang-abang TNI ini manusia biasa yang punya hati, punya rasa kemanusiaan.
Baca Juga: Kesehatan Mental Bukan Guyonan
Tapi itulah yang beberapa kali tampak di layar media sosial. Meski sedang dalam duka dan kesusahan, keinginan untuk memuliakan tamu tetap ada.
Rombongan Ustaz Salim A. Fillah misalnya. Mereka disuguhi minuman teh oleh korban banjir bandang di Aceh.
“Cuma ini yang ada,” kata ibu yang menyuguhi teh sambil menahan tangis.
Ada juga rombongan relawan dan sopir pembawa bantuan yang disuguhi nasi (dari beras bantuan) berlauk garam dan minyak jelantah.
So, bukan tidak mungkin abang-abang TNI itu juga melahap mi instan karena itulah menu yang disuguhkan oleh rakyat.
4. Dijamu oleh warga
Penyebab ini mungkin agak di luar nalar. Lagi kena bencana kok malah menyediakan jamuan?Tapi itulah yang beberapa kali tampak di layar media sosial. Meski sedang dalam duka dan kesusahan, keinginan untuk memuliakan tamu tetap ada.
Rombongan Ustaz Salim A. Fillah misalnya. Mereka disuguhi minuman teh oleh korban banjir bandang di Aceh.
“Cuma ini yang ada,” kata ibu yang menyuguhi teh sambil menahan tangis.
Ada juga rombongan relawan dan sopir pembawa bantuan yang disuguhi nasi (dari beras bantuan) berlauk garam dan minyak jelantah.
So, bukan tidak mungkin abang-abang TNI itu juga melahap mi instan karena itulah menu yang disuguhkan oleh rakyat.
Baca Juga: Sudah Pensiun Kok Masih Sibuk Kerja?
Serius nanya, nih. Memangnya seberapa kuat kalian menahan diri agar tidak tergoda aroma mi instan yang sudah direbus dan dibumbui?
Aroma mi instan ini candu banget dan menularkan selera makan. Yang tadinya tidak ingin makan mi, bisa tahu-tahu menyodorkan mangkuk untuk meminta bagian.
Mengutip jingle iklan Sarimi tahun 90an, “...dari aromanya terbayang kelezatannya....”
5. Aroma yang menggoda
![]() |
| Mi instan. |
Serius nanya, nih. Memangnya seberapa kuat kalian menahan diri agar tidak tergoda aroma mi instan yang sudah direbus dan dibumbui?
Aroma mi instan ini candu banget dan menularkan selera makan. Yang tadinya tidak ingin makan mi, bisa tahu-tahu menyodorkan mangkuk untuk meminta bagian.
Mengutip jingle iklan Sarimi tahun 90an, “...dari aromanya terbayang kelezatannya....”
Penutup
Anggota TNI yang bertugas di lapangan memang dibekali ransum kaya nutrisi yang praktis dan siap santap.Namun, di lokasi bencana alam, mereka bisa saja memilih menyantap makanan yang disediakan di dapur umum dan mencadangkan bekal ransum untuk kondisi yang lebih darurat.
Sumber Bacaan
Kompas.com https://www.kompas.com/tren/read/2023/03/25/113000265/mengenal-jenis-jenis-ransum-tni-kebutuhan-logistik-seorang-prajurit Diakses tanggal 12 Desember 2025
Jadi,ketika melihat abang-abang TNI di lapangan malah makan mi instan dan bukan memakan ransum bekal mereka, percayalah itu bukan sekadar iseng.
Sumber Bacaan
Kompas.com https://www.kompas.com/tren/read/2023/03/25/113000265/mengenal-jenis-jenis-ransum-tni-kebutuhan-logistik-seorang-prajurit Diakses tanggal 12 Desember 2025



Terima kasih sudah membaca
BalasHapus