apasebab.com - Menjelang tahun ajaran baru kemarin (dan pasti akan berulang setiap tahun), media sosial diramaikan dengan informasi tentang biaya sekolah.
Bukan biaya untuk kuliah di perguruan tinggi ternama, melainkan untuk biaya sekolah di sekolah dasar (SD) swasta.
Bagi rakyat dengan pengasilan mepet UMR, biaya sekolah itu sungguh di luar nalar.
Misalnya SD Mentari Intercultural School Bintaro menetapkan biaya SPP Rp8,4 juta/bulan. Tapi itu masih murah sih dibandingkan biaya sekolah di Jakarta Intercultural School (JIS) yang mencapai Rp500 juta/tahun.
Pingsan nggak tuh lihat nominal rupiahnya?
Memilih Sekolah Terbaik
Lazimnya, setiap orang tua ingin memilihkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Sekolah berkualitas dinilai menjadi bekal untuk masa depan anak, baik dari segi ilmu maupun lingkungan pergaulannya.Sampai beberapa tahun lalu, sekolah negeri masih menjadi tujuan utama banyak orang tua dalam menyekolahkan anak. Selain karena kualitasnya, biasanya juga karena biaya yang (dianggap) lebih murah.
Ketika sekolah negeri dianggap top markotop, sekolah swasta sering dianggap sebagai tempat menampung anak-anak yang tidak lolos di sekolah negeri.
Namun, sekarang berbeda. Tanpa melirik sekolah negeri, sekolah swasta sudah langsung menjadi pilihan utama, termasuk sekolah yang biayanya selangit.
Wah, apa sebab orang tua lebih memilih sekolah swasta?
Kenapa Pilih Sekolah Swasta?
Ada banyak hal yang menjadi penyebab orang tua lebih memilih sekolah swasta dibandingkan sekolah negeri. Berikut ini beberapa di antaranya:1. Uangnya ada
Bagi orang tua yang punya duit tak berseri alias tajir melintir, memilih sekolah untuk anak bisa jadi lebih mudah. Tak perlu gemetar dan pandanganan berkunang-kunang ketika bagian pendaftaran menyodorkan rincian biaya.SPP 3 juta per bulan? Uang pangkal 30 juta? Ah, keciiiil...! Yang penting sekolah swasta tersebut memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati tercinta.
Iya, kecil, bagi yang berpenghasilan 100 juta per bulan. Bagi yang masih berpenghasilan di bawah UMR, angka itu bisa bikin tertawa. Tepatnya, menertawakan gaji yang belum sebulan sudah habis untuk kebutuhan primer. Menertawakan rekening yang selalu langsing tanpa diet.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?
2. Kesadaran akan pendidikan
![]() |
Pendidikan menentukan masa depan. |
Kesadaran akan pentingnya pendidikan juga menjadi penyebab orang tua menyekolahkan anak di sekolah swasta. Tentu bukan sembarang sekolah swasta, karena sekolah swasta pun tak semuanya bagus.
Sebelum memutuskan mendaftar ke sekolah tersebut, biasanya orang tua mencari informasi ke berbagai sumber, bahkan melakukan survei khusus. Mulai dari biaya, kurikulum, staf pengajar, fasilitas, hingga lingkungan pergaulannya.
Orang tua yang melirik sekolah swasta bisa memilih sesuai dengan keinginan. Misalnya yang banyak muatan agamanya, yang sudah all in (pelajaran sekolah, entrepreneurship, ilmu agama, dsb), yang ada pelajaran bahasa Mandarin, atau sekolah yang memfasilitasi hobi si anak dalam mengeksplorasi berbagai hal.
3. Kecewa dengan sekolah negeri
Tak bisa dimungkiri, ada orang tua yang kecewa dengan kualitas sekolah negeri (yang ia ketahui).Misalnya banyak jam kosong dan tidak ada guru pengganti, murid hanya disuruh mencatat dari buku tanpa penjelasan dari guru, guru tak menguasai materi yang diajarkan, dan perpustakaan sekolah hanya berisi buku paket dan buku-buku yang asal ada.
4. Integritas
Ada pula orang tua yang langsung mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta karena patah hati melihat sistem penerimaan siswa baru di sekolah negeri.Jalur zonasi (domisili) rawan menjadi jalur gaib. Misalnya nih, mendadak banyak anak yang tinggal dalam radius 30 meter dari sekolah. Padahal, dalam radius 100 meter hanya ada perkantoran, kafe, sekolah-sekolah, dan lapangan olahraga.
Bagi orang tua yang menjunjung tinggi kejujuran, hal-hal seperti itu jadi masalah penting. Kalau masuknya saja sudah tidak jujur, bagaimana dalam proses belajar-mengajarnya nanti? Bagaimana lingkungan pergaulannya nanti?
Baca Juga: Dunia Pendidikan sedang Tidak Baik-Baik Saja
5. Ada diskon
Pendaftaran di sekolah swasta umumnya memakai sistem gelombang. Misalnya gelombang 1, 2, dan 3. Makin awal mendaftar, makin besar diskon yang diberikan oleh pihak sekolah.Mendaftar di gelombang paling awal bukan hanya mendapat diskon, tetapi juga memastikan mendapat kursi di sekolah tersebut.
Daripada mendaftar di sekolah negeri dan belum tentu diterima, mending langsung daftar awal di sekolah swasta.
6. Membangun jaringan
Mungkin banyak yang tak berpikir sampai ke sana. Namun, ada lho orang tua yang memilihkan sekolah swasta bonafide karena melihat anak siapa saja yang bersekolah di sana.Ada anak pejabat tinggi, anak direktur perusahaan multinasional, anak crazy rich, dan sebagainya.
Diharapkan, anak-anak yang sekarang menjalin pertemanan, kelak akan membangun jaringan kerja sama yang saling menguntungkan.
7. Biaya terjangkau
![]() |
Anak juga butuh bergaul dengan teman sebaya. |
Sekolah swasta mahal? Iya, memang, tetapi tidak semua. Ada juga kok sekolah swasta dengan SPP per bulan di bawah Rp500.000.
Fasilitas pun tak mengecewakan. Dari guru yang kompeten, fasilitas yang memadai, hingga psikotes dan konsultasi pendidikan lanjutan.
Biaya terjangkau ini menjadi penyebab orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Apalagi kalau dihitung-hitung, jumlah total biayanya beda tipis saja dengan sekolah negeri.
Penutup
Mendapat pendidikan adalah hak setiap anak. Dengan kata lain, memberikan pendidikan adalah kewajiban setiap orang tua.Mengutip kata Blogger Surabaya, memiliki anak berarti harus mampu bertanggung jawan atas anak tersebut. Bukan hanya memberi makan dan minum, melainkan juga mempersiapkan pendidikan terbaik.
Memilih sekolah untuk anak perlu direncanakan sebaik mungkin. Lakukan survei untuk mengetahui kualitas sekolah yang diincar. Sesuaikan pula dengan jarak tempuh dan tentu saja kemampuan keuangan.
Selain sekolah umum negeri atau swasta, pondok pesantren juga bisa menjadi pilihan untuk pendidikan anak. Tentang ini bisa lanjut baca artikel Kenapa Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren.
Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.
BalasHapusKalau yang saya rasakan sekolah swasta itu unggul di layanan dan kurikulumnya. Kebetulan dari TK sampai SMA semua anak saya di swasta sekolahnya. Memang pelayanan sih yang berbeda.dan pulang ke rumah gak pernah ada PR karena sudah full waktu belajar di sekolah.
BalasHapusSaya termasuk orang tua yang memilih menyekolahkan anak di sekolah swasta. Bukan karena biayanya tapi lebih memilih kualitasnya. Karena waktu itu di daerah saya, memang lebih bagus sekolah swasta terutama karena lebih mengutamakan pendidikan agamanya
BalasHapusMenurutku wajar aja kok masuk sekolah swasta. apalagi mungkin nih bagi sebagian ortu menganggap masuk negeri agak ribet dari segi pemberkasan (misalnya). Kalau di Surabaya ada banyak sekolah swasta Islam yang masih terjangkau dan banyak juga siswanya yang sekolah di sana
BalasHapus